Ilmu Filsafat dan Logika
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Perkenalkan nama saya Fadhilah Rahmaddyah Darojat. Saya mahasiswi semester 3 program studi pendidikan agama Islam di institut agama Islam Tafaquh Fiddin Dumai.
Hari Senin tanggal 25 September 2023
Hari pertama memasuki perkuliahan diawal semester 3. Saya menghadiri perkuliahan mata kuliah pertama Ilmu Filsafat dan Logika dengan dosen pengampu mata kuliah tersebut yaitu Bapak H. M. Rizal Akbar, M,Phil. pada pembukaan perkuliahan di perkebunan pertama beliau membahas salah satu manfaat mempelajari ilmu filsafat dan logika sebagai mahasiswa atau civitas akademik yaitu agar memiliki keteraturan dalam berpikir maupun berkomunikasi. setiap mahasiswa yang memiliki civitas akademik diharapkan memiliki metodologi mampu berkomunikasi dan membangun narasi yang sangat luas. yang mana membangun narasi harus dengan logika dan retorika yang baik dan benar. memiliki keteraturan dalam berpikir sangat penting agar tidak terjadi konflik dan menyikapi perbedaan-perbedaan yang ada dalam kehidupan atau pendapat seseorang.
keteraturan seseorang dalam berpikir membuat berpikir Dan meletakkan sesuatu pembahasan apapun pada tempat-tempatnya dengan sesuai dan teratur. keteraturan berpikir pada mahasiswa juga akan menghasilkan keteraturan dalam aksi atau perbuatan. kesalahan dan ketidakteraturan dalam berpikir dapat menjadi pemicu konflik dalam menyikapi perbedaan. untuk itu mahasiswa pendidikan terus diharapkan mampu meluruskan pikiran , oleh karena itu mahasiswa harus mampu meletakkan cara berpikir yang benar dan teratur untuk melanjutkan generasi yang akan datang atau meneruskan.
oleh karena itu mempelajari ilmu filsafat menjadi penting bagi seorang mahasiswa pendidikan. secara etimologis kata filsafat berasal dari bahasa Yunani " philosophia" yang memiliki makna menggabungkan dua kata yakni " philos " atau "philein" yang memiliki arti mencintai, cinta. Serta kata "Sophia" berarti "kebijaksanaan" atau "hikmat" . jadi kita pahami bahwa filsafat berarti cinta dan kebijaksanaan.
sedangkan filsafat sendiri memiliki arti pemikiran dan kajian yang mengakar, mendalam dan menyeluruh terhadap suatu pemikiran seseorang kepercayaan dan sikap yang sudah dijunjung tinggi kebenarannya melalui pencarian ulang dan analisis konsep dasar untuk menciptakan kebenaran pertimbangan dan kebijaksanaan yang lebih baik. orang yang mempelajari filsafat secara mendalam dan sungguh-sungguh disebut dengan filsuf sendiri. dan pada dasarnya filsafat berasal dari bahasa keraguan-raguan menuju keraguan keraguan berikutnya filsafat juga bisa dikatakan sebagai induk dari ilmu pengetahuan. sedangkan logika sebagai dasar filsafat dan sebagai sarana ilmu yang merupakan jembatan penghubung antara filsafat dan ilmu pengetahuan.
perkembangan sejarah filsafat sendiri di Eropa dimulai dari fase filsafat Yunani kuno. filsafat abad pertengahan filsafat modern, filsafat Apascamodren/posmo. dan ada beberapa bidang filsafat yaitu filsafat Islam filsafat barat (oksidentalis), filsafat Timur (orientalis), filsafat politik, filsafat humanis, filsafat materialis, filsafat eksistensialisme, filsafat pendidikan dan masih ada beberapa lainnya. sistematika pengetahuan filsafat terdiri dari tiga bagian yaitu ontologi (wujud atau hakikat), epistemologi (teori pengetahuan) dan aksiologi (nilai atau guna).
filsafat dan agama berkontribusi besar dalam perubahan wajah dunia yaitu pada filosofi dialektika pegel sebagai titik awal bagi filsafat materialisme dialektis. Karl Marx dan Friedrich Engels, secara signifikan dipengaruhi oleh Hegel. Marx mengadaptasi dialektika hegel, namun meninggalkan peran Tuhan di dalamnya. tentu saja teori tersebut dibantah oleh filsafat Islam yang mana pada Alquran surah al-baqarah ayat 3 yang berbunyi " الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُون "
Artinya, “(orang bertakwa adalah) Orang yang mempercayai hal ghaib, menegakkan sembahyang, dan sebagian dari yang Kami anugerahkan kepada mereka itu mereka menginfakkannya.”
oleh karena itu setiap mahasiswa perlu memiliki keteraturan dalam berpikir, kritis dan bijaksana dalam memposisikan atau meletakkan agama atau keimanan dan pengetahuan duniawi dengan secara tepat.
Komentar
Posting Komentar