Tugas B.Indonesia





Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya fadhilah Rahmaddyah Darojat. Dari PAI PAGI semester 1
Baik disini saya akan membahas tentang
" Mendidik Anak Menjadi Pribadi Jujur"

Salah satu budi pekerti yang utama yang diajarkan oleh nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam adalah As-Sidqu atau kejujuran. Kejujuran ini bahkan merupakan salah satu akhlak induk. Artinya, dari kejujuran itu akan lahir berbagai budi pekerti yang baik lainnya.

Jujur adalah kunci kebahagiaan. Pada setuju kan ? karenanya jika ingin anak-anak kita bahagia Dan tenang dikehidupannya, maka menanamkan sikap jujur adalah kunci utamanya. Islam mengajarkan kepada setiap umatnya agar bertakwa dan berkata benar atau jujur. Hal ini berkaitan dengan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Artinya: "Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar," (QS. An-Nisa: 9).

Sebagai orang tua tentu kita mengharapkan sikap jujur agar menjadi fondasi hidup sang anak. Kejujuran akan menumbuhkan kepercayaan pada anak. Si anak percaya diri dan dapat dipercaya. Karenanya penting menanamkan kejujuran dalam setiap pola asuh dalam setiap pertumbuhan anak baik dilingkuan rumah ataupun sekolah. Oleh Karna itu kita sebagai orang tua harus menanamkan sifat kejujuran sejak dini.  

Berikut adalah beberapa cara untuk mendidik anak-anak agar jujur sejak kecil.

1. Menghargai kejujuran
Sebagai orang tua, kita sering kali terlalu cepat memarahi anak bahkan ketika si kecil telah jujur mengakui kesalahannya. Alih-alih membiasakan hal ini, coba untuk mulai menghargai kejujuran dengan pujian dan pelukan. Dengan melakukan hal ini secara rutin, anak akan dapat mengembangkan rasa percaya diri dan memperkuat perilaku positifnya.

2. Ajarkan anak untuk berbicara jujur
Ajari anak untuk tidak memberikan pujian palsu. Jika memang tidak merasa memiliki padanan kata yang baik untuk diucapkan, maka lebih baik untuk tidak mengatakan apa pun. Ajarkan kebiasaan ini untuk membiasakan perilaku jujur pada si kecil.

3. Dorong anak untuk mengatakan hal pahit
Mempertahankan moral akan lebih penting ketimbang menghindari menyakiti perasaan seseorang yang tidak pada tempatnya. Ajarkan pada anak bahwa kesalahan akan selalu menjadi sebuah kesalahan. Misalnya, sahabat si anak menyontek saat ujian dan anak Anda mengetahui hal ini. Ajarkan anak untuk pergi ke temannya dan menasehatinya untuk tidak menyontek, karena perilaku ini telah menipu orang-orang yang telah belajar dengan jujur. Jika si teman menolak, maka anak Anda harus memberi tahu guru mereka apa yang sedang terjadi.

4. Jadilah panutan dalam kejujuran
Anda sebagai orang tua adalah panutan. Hiduplah dengan kebenaran. Jika anak-anak Anda memergoki Anda sedang berbohong, bahkan kebohongan yang "tidak berbahaya", mereka akan merasa bahwa berbohong adalah hal yang dibolehkan. Bahayanya adalah, memiliki kebiasaan berbohong kecil, akan membawa kita pada kebiasaan berbohong dalam skala yang lebih besar.

5. Konsisten
Kita semua membuat kesalahan. Anak-anak bahkan lebih sering lagi melakukannya. Mereka mungkin akan berbohong pada orang tua mereka dan akhirnya, Anda sebagai orang tua menemukan fakta tersebut. Ketika hal ini terjadi, hal terpenting yang perlu diingat adalah konsekuensi atas tindakan mereka. Selain itu, disiplin yang tepat juga harus ditegakkan secara konsisten.

6. Menepati janji
Jika Anda ingin si kecil mempercayai Anda, maka tepati janji. Ajari anak untuk menjadi orang yang menghargai kata-katanya sendiri. Cara terbaik untuk mengajarkannya adalah dengan memodelkan ini dan mempratikkannya pada diri Anda sendiri.

7. Pantau perkembangan bahasa anak
Kemampuan bahasa dan berbicara jadi salah satu kunci variabel penting dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran pada anak. Itulah mengapa, ketika mereka sudah fasih dalam komunikasi bahasa ibu, Anda bisa memulai untuk memperkenalkan bahasa asing.

Dari Abdullah lbnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu, dari NabiShallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda,

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

“Hendaklah kalian berbuat jujur karena sesungguhnya kejujuran itu akan mengantarkan kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu akan mengantarkan ke Syurga dan apabila seseorang itu membiasakan diri untuk berbuat jujur sehingga ia akan dicatat di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah kalian dari berbuat kebohongan/berbuat dusta, karena sesungguhnya kebohongan itu akan mengantarkan kepada kefasikan, dan sesungguhnya kefasikan itu akan mengntarkan kepada Neraka. Dan sesungguhnya seseorang yang selalu membiasakan diri untuk berdusta karena kebiasaannya itu berdusta maka ia akan dicatat di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai pendusta”.

Diatas ada berapa cara untuk membangun Dan membentuk sifat jujur. Bukan buat anak kecil saja orang tua jugga harus menerapkan sifat jujur. Jadi jangan ada lagi yang suka bohong atau berdusta okay 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

A School Principal Who Has The Leadership Spirit Of Today's Young Generation